January 25, 2011

Birrul Walidain

Posted in Uncategorized at 7:05 am by jkt3

Banyak orang yang hidup di dunia ini tanpa mensyukuri nikmat yang Allah berikan, bahkan untuk berterima kasih kepada yang telah membantunya saja enggan. Oleh karena itu, marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabbi, Allah SWT. Karena nikmatNya-lah hari ini kita bisa menghirup udara dengan bebas. Tak lupa shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang beri’tiba’ kepada beliau.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari sosok-sosok mulia yang penuh perjuangan membesarkan kita. Siapakah mereka? Mereka adalah orang tua kita yang tak pernah lelah untuk mendidik kita sepenuh hati. Karena merekalah kita bisa lahir di dunia ini.

Bersilaturrahim dan berbuat baik kepada orang tua merupakan ajaran yang menjadi ketetapan Kitabullah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Allah Ta’ala berfirman:  “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (QS. Al-Isra’: 23)

Perintah Allah SWT kepada kita agar berbakti kepada orang tua dapat dipahami mengingat sangat besar pengorbanan dan jasa mereka. Bapak bekerja dengan susah payah untuk memenuhi segala kebutuhan kita. Sedang ibu mengandung dan melahirkan kita dengan susah payah pula. Allah berfirman : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…” (QS. Al Ahqaf : 15)

Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua adalah salah satu amalan utama dalam ibadah. Karena keutamaannya, Nabi Muhammad SAW menempatkan berbakti kepada kedua orang tua setelah shalat tepat waktu, dan sebelum jihad fisabilillah.

Tak pantas apabila ada seorang anak meminta sesuatu ke orang tuanya dengan kasar, apalagi sampai membentak beliau. Kalau diminta bantuan sering kali menghindar bahkan  menolaknya dengan serta merta. Lebih parahnya lagi, banyak anak jaman sekarang yang tidak lagi mendengarkan nasihat orang tuanya. Padahal itu mereka lakukan anaknya menjadi lebih baik. Sungguh dia tidak akan mendapat berkah dalam kehidupannya. Karena ridha Allah itu berasal dari ridhanya orang tua.

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membuat kedua orang tuanya ridha, sesungguhnya mereka telah membuat Allah ridha, dan barang siapa membuat kedua orang tuanya marah, sesungguhnya ia telah membuat Allah marah pula.” (HR. Bukhari)

Kewajiban kita berbakti pada kedua orang tua tidak terbatas ketika keduanya masih hidup, tetapi juga setelah mereka meninggal dunia. Ketika beliau berdua masih hidup, kita berkewajiban untuk:

  1. Merendahkan diri kita terhadap mereka berdua.
  2. Tidak berkata kepada kedua orang tua dengan perkataan “ah!”.
  3. Tidak membentak keduanya.
  4. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang mulia.
  5. Senantiasa mendo’akan mereka berdua.

Dan ketika mereka telah meninggal dunia, maka kita pun mempunyai kewajiban berbakti dengan cara:

  1. menshalatkan jenazahnya,
  2. memohonkan ampun untuk keduanya,
  3. melaksanakan janji mereka,
  4. menghormati sahabat-sahabat mereka dan
  5. menyambung persaudaraan yang telah mereka rintis

Hidup kita ini adalah rangkaian dari berbagai pilihan dan kita bisa hidup sampai saat ini juga karena kita memilih untuk hidup. Pilihan kita menentukan langkah kita. Berbakti kepada orang tua adalah satu dari banyak pilihan yang harus kita tentukan. Mari tetapkan pilihan kita untuk terus berbakti kepada mereka yang kebaikannya tak tergantikan, mereka yang tak pernah menyerah untuk membuat kita menjadi lebih baik darinya. Ibu, Bapak, terima kasih atas semua yang telah kalian berikan kepada Nanda. Maafkan segala salah anakmu sering membuatmu menangis ini.