July 14, 2008

Jumlah huruf Al Quran

Posted in Al 'Ilmu at 1:34 pm by jkt3

Jumlah huruf Al Quran

Hasil penelitiannya ini ditulis dalam kitab Majmu al Ulum wa Mathli’u an Nujum dan dikutip oleh Imam Ibn ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al Ilahiyah karangannya sendiri. Berikut ini uraiannya dan huruf-huruf diurut sesuai dengan banyaknya:

Alif : 48740 huruf
Lam : 33922 huruf
Mim : 28922 huruf
Ha : 26925 huruf
Ya : 25717 huruf
Wawu : 25506 huruf
Nun : 17000 huruf
Lam alif : 14707 huruf
Ba : 11420 huruf
Tsa’ : 10480 huruf
Fa’ : 9813 huruf
‘Ain : 9470 huruf
Qaf : 8099 huruf
Kaf : 8022 huruf
Dal : 5998 huruf
Sin : 5799 huruf
Dzal : 4934 huruf
Ha : 4138 huruf
Jim : 3322 huruf
Shad : 2780 huruf
Ra’ : 2206 huruf
Syin : 2115 huruf
Dhadl : 1822 huruf
Zai : 1680 huruf
Kha’ : 1503 huruf
Ta’ : 1404 huruf
Ghain : 1229 huruf
Tha’ : 1204 huruf
Dza’ : 842 huruf.

Jumlah total semua huruf dalam al-Qur’an sebanyak satu juta dua puluh tujuh ribu. (1.027.000). Jumlah total ini sudah termasuk jumlah huruf ayat yang di-nusakh. (Ibnu Kholil)

Kalau direkap data dari Al Quran adalah :

30 Juz

114 Surah

6.236 Ayat

1.027.000 Huruf

Rasulullah saw bersabda ”Barangsiapa membaca satu huruf Al-Quran, maka baginya satu kebaikan dan setiap kebaikan akan dilipat gandakan menjadi 10 kali kebaikan yang semisalnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif adalah satu huruf lam adalah satu huruf, dan mim adalah satu huruf (HR. At-tarmidzym disahihkan Al-Albany).

Subhanallah, kalau khatam membaca Al-Quran berarti akan mendapat pahala kebaikan sebanyak :

1.027.000 x 10 = 10.270.000,- pahala kebaikan.

Rasulullah saw bersabda yang bermakna : Orang yang pergi ke mesjid lemudian ia belajar atau membaca dua ayat Al Quran, maka hal itu lebih baik baginya daripada dua onta yang besar dan gemuk, 3 ayat lebih baik baginya dari 3 onta, 4 ayat lebih baik baginya daripada 4 onta, 50 ayat lebih baik baginya daripada 50 onta, dst., balasan yang Allah berikan (HR. Muslim dan Ahmad).

Subhanallah, kalau khatam Al Quran dalam setahun, berarti sudah memiliki kebaikan lebih banyak dibandingkan dengan :

1 kali khatam Al Quran = 6.236 onta yang besar dan gemuk

Kalau khatam setiap bulan berapa banyak ternak onta yang dimiliki.

Kenapa sih kok hitung-hitung pahala, komentar orang barangkali. Bukan menghitung-hitung, tetapi adalah menghitung diri sejauh mana kita terdiorong untuk mengamalkan perintah Allah dan Rasulnya.

Kalau Allah dan RasulNya menjanjikan ganjaran pahala yang banyak atas kebaikan apapun yang kita laksanakan, apakah kita harus menolak. Atau apa malah kita menantang perintahNya.

Memang orang masuk tidak akan masuk surga karena semata-mata amalnya, tertapi rakhmat Allah yang menyebabkan seseorang dapat masuk surga. Yang jelas rakhmat Allah itu tidak didapat dengan Cuma-Cuma tetapi melalui kesungguhan dan ketekunan dalam melaksanakan amal ibadah untuk mencapainya

Tahukah kamu perniagaan yang tidak pernah merugikan, Berniagalah dengan Allah.

(Copyright from :http://buntubatu.blogspot.com/2008/06/jumlah-huruf-al-quran.html

http://www.mambaussholihin.com/cerita/index.php?category=cerita&nomor=1)

June 30, 2008

Berkata yang Baik atau Diam!

Posted in Al 'Ilmu at 7:50 am by jkt3

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Hurairoh rodhiallohu ‘anhu, sesungguhnya Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya. Dan barang siapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhirat hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhori dan Muslim)

Kedudukan Hadits
Hadits ini merupakan hadits yang penting dalam bidang adab. Makna hadits ini telah tercakup di dalam hadits ke-12.

Hak Alloh Dan Hak Hamba
Pada hadits di atas menunjukkan ada 2 hak yang harus ditunaikan, yaitu hak Alloh dan hak hamba. Penunaian hak Alloh porosnya ada pada senantiasa merasa diawasi oleh Alloh. Di antara hak Alloh yang paling berat untuk ditunaikan adalah penjagaan lisan. Adapun penunaian hak hamba, yaitu dengan memuliakan orang lain.

Menjaga Lisan
Menjaga lisan bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan berkata baik atau kalau tidak mampu maka diam. Dengan demikian diam kedudukannya lebih rendah dari pada berkata baik, namun masih lebih baik dibandingkan dengan berkata yang tidak baik.
Berkata baik terkait dengan 3 hal, seperti tersebut dalam surat An-Nisa’: 114, yaitu perintah bershadaqoh, perintah kepada yang makruf atau berkata yang membawa perbaikan pada manusia. Perkataan yang di luar ketiga hal tersebut bukan termasuk kebaikan, namun hanya sesuatu yang mubah atau bahkan suatu kejelekan. Pada menjaga lisan ada isyarat menjaga seluruh anggota badan yang lain, karena menjaga lisan adalah yang paling berat.

Memuliakan Orang Lain
Memuliakan berarti melakukan tindakan yang terpuji yang bisa mendatangkan kemuliaan bagi pelakunya. Dengan demikian memuliakan orang lain adalah melakukan tindakan yang terpuji terkait dengan tuntutan orang lain.

Batasan Tetangga Dan Tamu
Tetangga menurut syariat adalah sesuai dengan pengertian adat, artinya kapan secara adat dinilai sebagai tetangga maka dinilai sebagai tetangga juga oleh syariat. Kaidah menyatakan semua istilah yang ada dalam syariat dan tidak ada batasannya secara syariat dan bahasa maka pengertiannya dikembalikan kepada adat.

Batasan tamu yang wajib diterima dan dilayani adalah jika dia tidak memiliki kemampuan untuk mencari tempat untuk tinggal atau untuk makan. Jika mampu maka hukumnya sunnah. Adapun batasan lamanya adalah 1 hari 1 malam, sempurnanya 3 hari 3 malam.

Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi – Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh – http://muslim.or.id

Penyusun: Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma’had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya)

Pelajaran :

  1. Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.
  2. Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang dikalangan individu masyarakat muslim.
  3. Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya .
  4. Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.
  5. Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.
  6. Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh.
  7. Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan memperhatikanya serta tidak menyakitinya.
  8. Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq dan beramar ma’ruf nahi munkar.
  9. Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya terhadap syariat Islam.
  10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.

Sumber : http://www.geocities.com/mediamusliminfo/hadits_arbain/

June 21, 2008

Penyakit dan Obat pada Lalat

Posted in Al 'Ilmu at 2:29 am by jkt3

Penyakit dan Obat pada Lalat

Nabi Bersabda, “Apabila seekor lalat masuk ke dalam minuman salah seorang kalian, maka celupkanlah ia, kemudian angkat dan buanglah lalatnya sebab pada salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap lainnya ada obatnya (HR. Bukhari, Ibn Majah, dan Ahmad) Dalam rwayat lain: “Sungguh pada salah satu sayap lalat ada racun dan pada sayap lainnya obat, maka apabila ia mengenai makananmu maka perhatikanlah lalat itu ketika hinggap di makananmu, sebab ia mendahulukan racunnya dan mengakhirkan obatnya” (HR. Ahmad, Ibn Majah)

Diantara mu’jizat kenabian Rasulullah dari aspek kedokteran yang harus ditulis dengan tinta emas oleh sejarah kedokteran adalah alat pembuat sakit dan alat pembuat obat pada kedua sayap lalat sudah beliau ungapkan 14 abad sebelum dunia kedokteran berbicara. Dan penyebutan lalat pada hadits itu adalah bahwa air tetap suci dan bersih jika dihinggapi lalat yang membawa bakteri penyebab sakit kemudian kita celupkan lalat tersebut agar sayap pembawa obat (penawarnya) pun tercelup ke air.

Dan percobaan ilmiah kontemporer pun sudah dilakukan untuk mengungkapkan rahasia di balik hadits ini. Bahwasannya ada kekhususan pada salah salah satu sayapnya yang sekaligus menjadi penawar atau obat terhadap bakteri yang berada pada sayap lainnya. Oleh karena itu, apabila seekor lalat dicelupkan ke dalam air keseluruhan badannya, maka bakteri yang ada padanya akan mati, dan hal ini cukup untuk menggagalkan “usaha lalat” dalam meracuni manusia, sebagaimana hal ini pun telah juga ditegaskan secara ilmiah. Yaitu bahwa lalat memproduksi zat sejenis enzim yang sangat kecil yang dinamakan Bakter Yofaj, yaitu tempat tubuhnya bakteri. Dan tempat ini menjadi tumbuhnya bakteri pembunuh dan bakteri penyembuh yang ukurannya sekitar 20:25 mili mikron. Maka jika seekor lalat mengenai makanan atau minuman, maka harus dicelupkan keseluruhan badan lalat tersebut agar keluar zat penawar bakteri tersebut. Maka pengetahuan ini sudah dikemukakan oleh Nabi kita Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam dengan gambaran yang menakjubkan bagi siapapun yang menolak hadits tentang lalat tersebut.

Dan Dr. Amin Ridha, Dosen Penyakit Tulang di Jurusan Kedokteran Univ. Iskandariyah, telah melakukan penelitian tentang “hadits lalat ini” dan menegaskan bahwa di dalam rujukan-rujukan kedokteran masa silam ada penjelasan tentang berbagai penyakit yang disebabkan oleh lalat. Dan di zaman sekarang, para pakar penyakit yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun, baru bisa mengungkap rahasia ini, padahal sudah dibongkar informasinya sejak dahulu. Yaitu kurang lebih 30-an tahun yang lalu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri obat berbagai penyakit yang sudah kronis dan pembusukan yang sudah menahun adalah dengan lalat.

Berdasarkan hal ini, jelaslah bahwa ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menegaskan penjelasannya dalam terori ilmiah sesuai dengan hadits yang mulia ini. Dan mukjizat ini sudah dikemukakan semenjak dahulu kala, 14 abad yang silam sebelum para pakar kedokteran mengungkapkannya baru-baru ini. (www.islamicmedicine.org)

June 16, 2008

Selalu Ada Debu Dosa

Posted in Al 'Ilmu at 1:52 pm by jkt3

SELALU ADA DEBU DOSA

Dosa tak ubahnya seperti tiupan angin di tanah berdebu. Wajah terasa sejuk sesaat, tapi butiran nodanya mulai melekat. Tanpa terasa, tapi begitu berbekas. Kalau saja tak ada cermin, orang tak pernah mengira kalau ia sudah berubah.

Perjalanan hidup memang penuh debu. Sedikit, tapi terus dan pasti; butiran-butiran debu dosa kian bertumpuk dalam diri. Masalahnya, seberapa peka hati menangkap itu. Karena boleh jadi, mata kepekaan pun telah tersumbat dalam gundukan butiran debu dosa yang mulai menggunung.

Seorang mukmin saleh mungkin tak akan terpikir akan melakukan dosa besar. Karena hatinya sudah tercelup dengan warna Islam yang teramat pekat. Jangankan terpikir, mendengar sebutan salah satu dosa besar saja, tubuhnya langsung merinding. Dan lidah pun berucap, “Na’udzubillah min dzalik!”

Namun, tidak begitu dengan dosa-dosa kecil. Karena sedemikian kecilnya, dosa seperti itu menjadi tidak terasa. Terlebih ketika lingkungan yang redup dengan cahaya Ilahi ikut memberikan andil. Dosa menjadi biasa.

Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika ia terkumpul pada diri seseorang, lambat laun akan menjadi biasa.”

Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah saw. mewanti para sahabat agar berhati-hati dengan sebuah kebiasaan. Karena boleh jadi, sesuatu yang dianggap ringan, punya dampak besar buat pembentukan hati.

Dari Anas Ibnu Malik berkata, “Rasulullah saw. menyampaikan sesuatu di hadapan para sahabatnya. Beliau saw. berkata: ‘Telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka, maka aku belum pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti pada hari ini. Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.’ Anas berkata, “Tidak pernah datang kepada sahabat Rasulullah suatu hari yang lebih berat kecuali hari itu.” Berkata lagi Anas, “Para sahabat Rasulullah menundukkan kepala-kepala mereka dan terdengar suara tangisan mereka.” (Bukhari & Muslim)

Sekecil apa pun dosa, terlebih ketika menjadi biasa, punya dampak tersendiri dalam hati, pikiran, dan kemudian perilaku seseorang. Repotnya, ketika si pelaku tidak menyadari. Justru orang lain yang lebih dulu menangkap ketidaknormalan itu.

Di antara dampak dosa yang kadang remeh dan tidak terasa adalah sebagai berikut: pertama, melemahnya hati dan tekad. Kelemahan ini ketika tanpa sadar, seseorang tidak lagi bergairah menunaikan ibadah sunah. Semuanya tinggal yang wajib. Nilai-nilai tambah ibadah menjadi hilang begitu saja. Tiba-tiba, ia menjadi enggan beristighfar. Sementara, hasrat untuk melakukan kemaksiatan mulai menguat.

Kedua, seseorang akan terus melakukan perbuatan dosa dan maksiat, sehingga ia akan menganggap remeh dosa tersebut. Padahal, dosa yang dianggap remeh itu adalah besar di sisi Allah ta’ala.

Di antara bentuk itu adalah ucapan-ucapan dusta. Awalnya mungkin hanya sekadar canda agar orang lain bisa tertawa. Tapi, ucapan tanpa makna itu akhirnya menjadi biasa. Padahal di antara ciri seorang mukmin selalu menghindar dari perbuatan laghwi, tanpa makna. Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. 23: 1-3)

Seorang sahabat Rasul, Ibnu Mas’ud, pernah memberikan perbandingan antara seorang mukmin dan fajir. Terutama, tentang cara mereka menilai sebuah dosa. Beliau r.a. berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin ketika melihat dosanya seakan-akan ia berada di pinggir gunung. Ia takut gunung itu akan menimpa dirinya. Dan seorang yang fajir tatkala melihat dosanya, seperti memandang seekor lalat yang hinggap di hidungnya, lalu membiarkannya terbang.” (HR. Bukhari)

Ketiga, dosa dan maksiat akan melenyapkan rasa malu. Padahal, malu merupakan tonggak kehidupan hati, pokok dari segala kebaikan. Jika rasa malu hilang, maka lenyaplah kebaikan. Nabi saw. bersabda, “Malu adalah kebaikan seluruhnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Keempat, sulitnya menyerap ilmu keislaman. Ini karena dosa mengeruhkan cahaya hati. Padahal, ilmu keislaman merupakan pertemuan antara cahaya hidayah Allah swt. dengan kejernihan hati.

Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i pernah menuturkan pengalaman pribadinya. Ketika itu, ulama yang biasa disebut Imam Syafi’i ini merasakan adanya penurunan kemampuan menghafal. Ia pun mengadukan hal itu ke seorang gurunya yang bernama Waqi’. Penuturan itu ia tulis dalam bentuk untaian kalimat yang begitu puitis.

Aku mengadukan buruknya hafalanku kepada Waqi’

Beliau memintaku untuk membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat

Beliau pun mengajarkanku bahwa ilmu itu cahaya

Dan cahaya Allah tidak akan pernah menembus pada hati yang pendosa

Ada satu dampak lagi yang cukup memprihatinkan. Seseorang yang hatinya berserakan debu dosa enggan bertemu sapa dengan sesama mukmin. Karena magnit cinta dengan sesama ikhwah mulai redup, melemah. Sementara, kecenderungan bergaul dengan lingkungan tanpa nilai justru menguat. Ada pemberontakan terselubung. Berontak untuk bebas nilai.

Perjalanan hidup memang bukan jalan lurus tanpa terpaan debu. Kian cepat kita berjalan, semakin keras butiran debu menerpa. Berhati-hatilah, karena sekecil apa pun debu, ia bisa mengurangi kemampuan melihat. Sehingga tidak lagi jelas, mana nikmat; mana maksiat.

Oleh: M. Nuh

http://www.dakwatun a.com/2008/ selalu-ada- debu-dosa/

April 4, 2008

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

Posted in Al 'Ilmu at 2:22 am by jkt3

 

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

  1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
  2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
  3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
  4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
  5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
  6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
  7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
  8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
  9. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
  10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
  11. Jangan tamak kepada harta;
  12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
  13. Jangan hancur karena kezaliman;
  14. Jangan goyah karena fitnah;
  15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
  16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
  17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
  18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
  19. Jangan sakiti anak yatim;
  20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
  21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
  22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
  23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
  24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
  25. Biasakan shalat malam;
  26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
  27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
  28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
  29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
  30. Jangan marah berlebih-lebihan;
  31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
  32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
  33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
  34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
  35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
  36. Jangan percaya ramalan manusia;
  37. Jangan terlampau takut miskin;
  38. Hormatilah setiap orang;
  39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
  40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
  41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
  42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
  43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
  44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
  45. Perbanyak silaturrahim;
  46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
  47. Bicaralah secukupnya;
  48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
  49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
  50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
  51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
  52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
  53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
  54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
  55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
  56. Cintai keluarga Nabi saw;
  57. Jangan terlalu banyak hutang;
  58. Jangan terlampau mudah berjanji;
  59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
  60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
  61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
  62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
  63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
  64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
  65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
  66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
  67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
  68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
  69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
  70. Jangan melukai hati orang lain;
  71. Jangan membiasakan berkata dusta;
  72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
  73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
  74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
  75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
  76. Jangan membuka aib orang lain;
  77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
  78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
  79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
  80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
  81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
  82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
  83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
  84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
  85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
  86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
  87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
  88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
  89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
  90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
  91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
  92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
  93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
  94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
  95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
  96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
  97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
  98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
  99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

“Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Surah Al-Ahzab:71)

———-
sumber : Milis Daarut Tauhiid

April 1, 2008

Rentetan Zaman yang Ditunggu

Posted in Al 'Ilmu at 4:35 pm by jkt3

RENTETAN ZAMAN YANG DITUNGGU

(Tanda-Tanda Qiamat Kubra)
Ibn Andalus

Bermulanya tanda-tanda Qiamat Kubra dari peristiwa Peperangan Armageddon hingga keluarnya api dari Hijjaz (Yaman) yang membawa manusia ke padang Mahsyar. (Allah SWT Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa).

 
ARMAGEDDON

Berasal dari kalimah Hebrew (Ibraniah) dari 2 kata dasar iaitu “AR” di dalam bahasa Hebrew bermaksud Jabal atau Bukit dan “MAGEDDON” yaitu Wadi yg terletak di Palestine. Yaitu tempat berlakunya peperangan yg akan terjadi di Kawasan Utara “MAGEDDON” hingga ke selatan “IDUM” lebih kurang 200 meter dr Laut Mediteranein di barat hingga ke Bukit “Muhab” di timur lebih kurang 100 meter. Peperangan ini juga di namakan Peperangan Dunia ke 3 di mana tempat ini segala kekuatan tentara baik Tentara Nasrani atau Islam yang dianggarkan lebih kurang 400 million tentara.

 

Pendapat 3 Agama :

1. Yahudi : Peperangan Armageddon berlaku pada April 1998

2. Nasrani : Berlaku sebelum musim luruh tahun 2001

3. Islam : Akan berlaku tidak lama lagi, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui


FATRAH/ZAMAN IMAM MAHDI

Muncul Imam Mahdi

Peperangan di Semenanjung Tanah Arab

Peperangan di Parsi (Iran) – setengah pendapat peperangan orang Syiah

* 3 fatrah ini berlaku selama 9 bulan

* pengkhianatan Rom dan kedatangan mereka untuk berperang

Pertempuran Berdarah Terbesar (Peperangan Rom-Amerika/Britian vs Islam)

* selepas 9 bulan berlakunya Peperangan Armageddon Pembukaan Konstantinopal (Istanbul)

Muncul Dajjal
Fatrah/Masa Dajjal selama 40 hari
 
FATRAH/ZAMAN NABI ALLAH ISA A.S

Turunnya Nabi Isa a.s dan membunuh Dajjal

Siri pembunuhan Yahudi
Pembukaan Rom
Peperangan Turki
Munculnya Ya'juj dan Ma'juj (Gog & Magog)
  
FATRAH/ZAMAN AMAN DAMAI & SENTOSA

Wafat Imam Mahdi

Wafat Nabi Isa a.s
Terbit matahari dari sebelah barat
Keluar binatang melata (berkata-kata) di muka bumi
Keluar asap dari bumi
 
# Berakhirnya Umur Umat Islam Gerhana di Timur
Gerhana di Barat
Gerhana di Semenanjung Tanah Arab
Keluar api dari Tanah Hijjaz (Yaman)
Berlakunya Qiamat (tiupan nafiri sangkakala)
  
Tanda-tanda yang dapat di lihat oleh orang Mu'min :
Munculnya Dajjal
Turunnya Nabi Isa a.s
Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj
Terbit Matahari dr Barat
Muncul binatang melata di Bumi
Keluar asap dari bumi
  
Tanda-tanda yang tidak dapat dilihat oleh org Mu'min :
Gerhana di Timur
Gerhana di Barat
Gerhana di Semenanjung Tanah Arab

Keluarnya Api dari Hijjaz yang membawa manusia ke padang Mahsyar

 
ALLAH MAHA MENGETAHUI LAGI MAHA PERKASA

Menurut Sheikh Ibnu Hajar dalam “Skana’iq”, ia berkata bahwa Imam Mahdi pasti menjelma bila tiba waktunya sebelum turunya Nabi Isa a.s. Ciri-ciri istimewa kedatangan Imam Mahdi ialah, akan berlakunya gerhana matahari sebanyak dua kali. Gerhana pertama akan terjadi pada 1 Ramadhan, dan gerhana bulan pada 14 Ramadhan. Meskipun gerhana selalu terjadi tetapi ianya tidak menepati pada tarikh akan datangnya Imam Mahdi. Ulama sepakat menyatakan, riwayat Muslim, Abu Dawud, Annasa-i, Ibnu Majah dan Imam Albaihaqi bahwa Imam Mahdi adalah keturunan Siti Fatimah anak perempuan Rasulullah s.a.w.

Kasyful Ghaibiyah Sheikh Zainul Abidin Alfatoni pula menceritakan, Imam Mahdi akan berjuang dan berjaya menewaskan orang-orang Israel. Kemudian beliau berangkat pula menuju ke Eropa. Lantaran barat masih tidak mau beriman kepada Tuhan, dan beliau mengetuai angkatan perangnya ke Eropa menerusi Rom. Pada saat itu pihak barat telah mengetahui kalau angkatan perang Imam Mahdi akan menyerang, maka mereka telah bersiap sedia untuk bertindak melawan. Apabila angkatan perang Imam Mahdi sampai ke dataran Eropa, pihak barat pun mulai menyerang tentera yang dipimpin Imam Mahdi. Tentera Islam terus pergi ke dalam kota sambil mengucapkan Allahuakbar.

Pekikan Allahuakbar bergema di angkasa, timbullah rasa takut di hati musuh apabila mendengarkan pekikan itu bagaikan petir menyambar telinga. Semangat tentera muslimin semakin membara keberanian semakin menjelma, tetapi sebaliknya musuh semakin kecut. Tentera muslimin terus berjalan tanpa menghiraukan tembakan musuh. Pertahanan musuh tumbang satu demi satu. Akhirnya satu per satu kota dapat ditawan oleh tentera muslimin.

Selepas itu Imam Mahdi berseru: Saudara-saudara penduduk kota sekalian, kedatangan kami bukan untuk merampas kekuasaan. Kami kemari adalah untuk perdamaian. Kami datang atas nama Tuhan Yang Maha Esa. Kami mengajak anda sekalian bersatu dalam agama yang sama, yang mana Nabinya disebut di dalam kitab Taurat dan Injil.

Setelah selesai ucapan tersebut, Imam Mahdi mengadakan perundingan dengan pembesar-pembesar negeri dan memberitahukan tujuan mereka. Setelah tercapai kesepakatan, Imam Mahdi berkunjung ke setiap kota memberi penjelasan tentang Islam serta memberi penjelasan bahwa agama Islam tidak bertentangan dengan ajaran Taurat dan Injil di mana ketiganya sama-sama diturunkan oleh Allah s.w.t. Di mana Al-Quran itu adalah sebagai penyempurna Taurat dan Injil. Setelah masing-masing faham dengan penerangan yang di taklimatkan oleh Imam Mahdi maka berduyun-duyunlah penduduk barat memeluk agama Islam.

(Dipetik dari buku: Peringatan Untuk Manusia Akhir Zaman Menjelang Qiamat, Mohd Isa Abdul Jalil, Sykt. Nurulhas,1993)

Seandainya Al-Qur’an Bisa Bicara

Posted in Al 'Ilmu at 3:41 pm by jkt3

SEANDAINYA AL-QURAN BISA BERBICARA

 
Kitab Suci Al Qur’an adalah namaku
Aku buku kitab yang dicetak dengan sangat cantik
untuk tahu tentang aku ada beberapa petunjuk
Aku diberi sampul mewah nan indah.

Aku pasti ada di setiap rumah orang muslim
tapi,
di dalam hati setiap muslim aku jarang ditemui.
Aku diletakkan di atas rak yang tinggi.
Dibiarkan disana, aku tertinggal dan dilupakan.
Terkadang aku diletakkan ditempat-tempat kotor, katanya untuk mengusir hantu dan jin.Dan disana juga aku dibiarkan, tertinggal dan dilupakan.
Dengan penuh hormat aku banyak dicium setiap kali selesai dibaca.
Tapi,
Pelajaran dan petunjuk utama yang ada padaku selalu terlupakan
Mereka mengabaikan pesan yang ada padaku.
Ada kalanya aku digunakan untuk bersumpah palsu,
Kegunaanku yang sebenarnya sangat sangat jarang diperhatikan
Sungguh betapa ajaibnya aku bisa mengubah dunia
Yang semestinya mereka lakukan adalah memahami perkataanku.
Jadi seharusnya bacalah aku, pelajarilah aku,
Perhatikan apa yang harus aku katakan untukmu.
Aku punya hukum
Aku punya kebijaksanaan
Aku punya sesuatu yang sangat berharga
Dan banyak yang aku punya yang tak bisa kau hitung.
Akulah sang juru penyelamatmu
Akulah penuntunmu
Aku diturunkan dari Allah Sang Pencipta Alam Semesta
Aku diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW,
dan dipertahankannya dengan air mata dan darah.
Memperingatkan kebenaran adalah kemahsyuranku.
Maka bacalah aku, pelajarilah aku, dan sampaikan isi yang ada padaku.
Karena,
Al Qur’an Al Karim adalah namaku.
“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi, dan Dia tidak mempunyai anak, dan tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaan(Nya), dan dia telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapi-rapinya.”
(QS. 25 Al Furqan: 1-2)
Kamu boleh tidak peduli pada hal ini.
Silakan kirim banyak kelakar yang kamu mau.
Tapi demi Allah, Qur’an adalah persaksian untukmu di Hari Akhir nanti.
Jika peringatanku berguna, sebarkan kepada semua yang kau mau.
Jazakallah!

Quran’s Answers

Posted in Al 'Ilmu at 3:30 pm by jkt3

Quran’s Answers

Dari sahabatku untuk sahabatku… semoga kita semakin semangat dalam menjalani setiap episode kehidupan yang dipersembahkan-Nya dengan segala cinta…

KENAPA AKU DIUJI?

Surah Al-Ankabut ayat 2-3
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:”Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang
yang dusta.

KENAPA AKU TIDAK MENDAPATKAN APA YANG AKU
IDAM-IDAMKAN?

Surah Al-Baqarah ayat 216

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

Surah Al-Baqarah ayat 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.

RASA FRUSTASI?

Surah Al-Imran ayat 139

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Surah Al-Imran ayat 200

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah
supaya kamu beruntung.

BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

Surah Al-Baqarah ayat 45

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,

APA YANG AKU DAPAT DARI SEMUA INI?

Surah At-Taubah ayat 111
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.

KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

Surah At-Taubah ayat 129
Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal

AKU TAK DAPAT BERTAHAN LAGI!!!!!

Surah Yusuf ayat 87
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.

Surah An-Nisaa’ ayat 86
Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah
memperhitungkan segala sesuatu.

Mari kita berbenah dan terus berbenah..untuk memepersembahkan yang terbaik dalam masa hidup kita…
Dengan torehan kemuliaan dan semangat pantang menyerah…
Dimanapun. kapanpun dan dengan siapapun..selama ALLAH SWT
menjadi
“..just The ONE goal..“ Insya Allah akan “bahagia” sebagaimana doa yang sering terlantun untuk kebahagiaan dunia dan akhirat.