May 29, 2012

Sajak Selamat Jalan

Posted in Uncategorized at 7:02 am by jkt3

Dengan sejuta rasa haru dn bangga

Walaupun sungguh berat rasa hati tiada tara

Karena tiba waktunya

Ada perjumpaan pasti ada pula perpisahan

 

Hari ini kami Guru SDIT Zaid bin Tsabit

Mengantarmu sampai gerbang sekolah

Tak perlu engkau hiraukan lambaian tanganku

Tetaplah terus maju melangkah menggapai cita

 

Masa depan penuh harapan menantimu

Esok hari nan cerah

Anak-anak kelas 6 adalah kebanggaan bagi guru-guru

 

Jadilah alumni yang selalu menjaga nama baik SDIT Zaid bin Tsabit

Yang selalu santun dalam berperilaku

Yang selalu unggul dalam prestasi

Dan tetap istiqomah di jalan Allah

 

Ingatlah selalu Bapak/Ibu Guru,

Adik kelas dan SDIT Zaid bin Tsabit

Jalinlah silaturahmi sepanjang waktu

Meski kita bukan seayah dan seibu

Islam telah jadikan kita saudara

 

Selamat jalan anak-anakku

Doa dan harapan bahagia

Selalu mengiringi di setiap langkahmu

Advertisements

January 25, 2011

Birrul Walidain

Posted in Uncategorized at 7:05 am by jkt3

Banyak orang yang hidup di dunia ini tanpa mensyukuri nikmat yang Allah berikan, bahkan untuk berterima kasih kepada yang telah membantunya saja enggan. Oleh karena itu, marilah senantiasa kita panjatkan puji syukur ke hadirat Illahi Rabbi, Allah SWT. Karena nikmatNya-lah hari ini kita bisa menghirup udara dengan bebas. Tak lupa shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan orang-orang yang beri’tiba’ kepada beliau.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak pernah lepas dari sosok-sosok mulia yang penuh perjuangan membesarkan kita. Siapakah mereka? Mereka adalah orang tua kita yang tak pernah lelah untuk mendidik kita sepenuh hati. Karena merekalah kita bisa lahir di dunia ini.

Bersilaturrahim dan berbuat baik kepada orang tua merupakan ajaran yang menjadi ketetapan Kitabullah Al-Qur’an dan Al-Hadits. Allah Ta’ala berfirman:  “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya”. (QS. Al-Isra’: 23)

Perintah Allah SWT kepada kita agar berbakti kepada orang tua dapat dipahami mengingat sangat besar pengorbanan dan jasa mereka. Bapak bekerja dengan susah payah untuk memenuhi segala kebutuhan kita. Sedang ibu mengandung dan melahirkan kita dengan susah payah pula. Allah berfirman : “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula)…” (QS. Al Ahqaf : 15)

Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua adalah salah satu amalan utama dalam ibadah. Karena keutamaannya, Nabi Muhammad SAW menempatkan berbakti kepada kedua orang tua setelah shalat tepat waktu, dan sebelum jihad fisabilillah.

Tak pantas apabila ada seorang anak meminta sesuatu ke orang tuanya dengan kasar, apalagi sampai membentak beliau. Kalau diminta bantuan sering kali menghindar bahkan  menolaknya dengan serta merta. Lebih parahnya lagi, banyak anak jaman sekarang yang tidak lagi mendengarkan nasihat orang tuanya. Padahal itu mereka lakukan anaknya menjadi lebih baik. Sungguh dia tidak akan mendapat berkah dalam kehidupannya. Karena ridha Allah itu berasal dari ridhanya orang tua.

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membuat kedua orang tuanya ridha, sesungguhnya mereka telah membuat Allah ridha, dan barang siapa membuat kedua orang tuanya marah, sesungguhnya ia telah membuat Allah marah pula.” (HR. Bukhari)

Kewajiban kita berbakti pada kedua orang tua tidak terbatas ketika keduanya masih hidup, tetapi juga setelah mereka meninggal dunia. Ketika beliau berdua masih hidup, kita berkewajiban untuk:

  1. Merendahkan diri kita terhadap mereka berdua.
  2. Tidak berkata kepada kedua orang tua dengan perkataan “ah!”.
  3. Tidak membentak keduanya.
  4. Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang mulia.
  5. Senantiasa mendo’akan mereka berdua.

Dan ketika mereka telah meninggal dunia, maka kita pun mempunyai kewajiban berbakti dengan cara:

  1. menshalatkan jenazahnya,
  2. memohonkan ampun untuk keduanya,
  3. melaksanakan janji mereka,
  4. menghormati sahabat-sahabat mereka dan
  5. menyambung persaudaraan yang telah mereka rintis

Hidup kita ini adalah rangkaian dari berbagai pilihan dan kita bisa hidup sampai saat ini juga karena kita memilih untuk hidup. Pilihan kita menentukan langkah kita. Berbakti kepada orang tua adalah satu dari banyak pilihan yang harus kita tentukan. Mari tetapkan pilihan kita untuk terus berbakti kepada mereka yang kebaikannya tak tergantikan, mereka yang tak pernah menyerah untuk membuat kita menjadi lebih baik darinya. Ibu, Bapak, terima kasih atas semua yang telah kalian berikan kepada Nanda. Maafkan segala salah anakmu sering membuatmu menangis ini.

October 21, 2008

Ada Apa Dengan Kita?

Posted in Uncategorized at 4:11 pm by jkt3

Ada Apa Dengan Kita?

Saudaraku, saat mobil mewah dan mulus yang kita miliki tergores, goresannya bagai menyayat hati kita. Saat kita kehilangan handphone di tengah jalan, separuh tubuh ini seperti hilang bersama barang kebanggaan kita tersebut. Saat orang mengambil secara paksa uang kita, seolah terampas semua harapan.

Tetapi saudaraku, tak sedikitpun keresahan dalam hati saat kita melakukan perbuatan yang melanggar perintah Allah, kita masih merasa tenang meski terlalu sering melalaikan sholat, kita masih berdiri tegak dan sombong meski tak sedikitpun infak dan shodaqoh tersisihkan dari harta kita, meski disekeliling kita anak-anak yatim menangis menahan lapar. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kata-kata kotor dan dampratan seketika keluar tatkala sebuah mobil yang melaju kencang menciprati pakaian bersih kita. Enggan dan malu kita menggunakan pakaian yang terkena noda tinta meski setitik dan kita akan tanggalkan pakaian-pakaian yang robek, bolong dan menggantinya dengan yang baru.

Tetapi saudaraku, kita tak pernah ambil pusing dengan tumpukan dosa yang mengotori tubuh ini, kita tak pernah merasa malu berjalan meski wajah kita penuh noda kenistaan, kita pun tak pernah tahu bahwa titik-titik hitam terus menyerang hati ini hingga saatnya hati kita begitu pekat, dan kitapun tak pernah mencoba memperbaharuinya. Saudaraku, ada apa dengan kita?

Saudaraku, kita merasa tidak dihormati saat teguran dan sapaan kita tidak didengarkan, hati ini begitu sakit jika orang lain mengindahkan panggilan kita, terkadang kita kecewa saat orang lain tidak mengenali kita meski kita seorang pejabat, pengusahan, kepala pemerintahan, tokoh masyarakat bahkan orang terpandang, kita sangat khawatir kalau-kalau orang membenci kita, dan berat rasanya saat orang-orang meninggalkan kita.

Tetapi juga saudaraku, tidak jarang kita abaikan nasihat orang, begitu sering kita tak mempedulikan panggilan adzan, tak bergetar hati ini saat lantunan ayat-ayat Allah terdengar ditelinga. Dengan segala kealpaan dan kekhilafan, kita tak pernah takut jika Allah Yang Maha Menguasai segalanya membenci kita dan memalingkan wajah-Nya, kita pun tak pernah mau tahu, Baginda Rasulullah mengenali kita atau tidak di Padang Masyhar nanti. Kita juga, tak peduli melihat diri ini jauh dari kumpulan orang-orang sholeh dan beriman.

Saudaraku, tanyakan dalam hati kita masing-masing, ada apa dengan kita?

Wallahu a’lam bishshowaab

(Bayu Gautama)

Sumber: eramuslim

April 15, 2008

Abdullah Moslem Family

Posted in Uncategorized at 12:09 pm by jkt3