June 16, 2008

Untuk yang sudah menikah

Posted in Untaian Kata at 1:56 pm by jkt3

Dunia ini memang indah

Tapi tak se-indah Wanita Sholihah

Berbahagialah kalian yang sudah menikah

Semoga dikaruniai anak Sholeh Sholihah

Didiklah mereka dengan akhlak ilmiah

Bimbinglah dengan ilmu amaliah

Jadilah kalian orang tua yang menjaga amanah

Semoga pernikahan ini menjadi ibadah

Selalu Ada Debu Dosa

Posted in Al 'Ilmu at 1:52 pm by jkt3

SELALU ADA DEBU DOSA

Dosa tak ubahnya seperti tiupan angin di tanah berdebu. Wajah terasa sejuk sesaat, tapi butiran nodanya mulai melekat. Tanpa terasa, tapi begitu berbekas. Kalau saja tak ada cermin, orang tak pernah mengira kalau ia sudah berubah.

Perjalanan hidup memang penuh debu. Sedikit, tapi terus dan pasti; butiran-butiran debu dosa kian bertumpuk dalam diri. Masalahnya, seberapa peka hati menangkap itu. Karena boleh jadi, mata kepekaan pun telah tersumbat dalam gundukan butiran debu dosa yang mulai menggunung.

Seorang mukmin saleh mungkin tak akan terpikir akan melakukan dosa besar. Karena hatinya sudah tercelup dengan warna Islam yang teramat pekat. Jangankan terpikir, mendengar sebutan salah satu dosa besar saja, tubuhnya langsung merinding. Dan lidah pun berucap, “Na’udzubillah min dzalik!”

Namun, tidak begitu dengan dosa-dosa kecil. Karena sedemikian kecilnya, dosa seperti itu menjadi tidak terasa. Terlebih ketika lingkungan yang redup dengan cahaya Ilahi ikut memberikan andil. Dosa menjadi biasa.

Rasulullah saw. bersabda, “Jauhilah dosa-dosa kecil, karena jika ia terkumpul pada diri seseorang, lambat laun akan menjadi biasa.”

Dalam beberapa kesempatan, Rasulullah saw. mewanti para sahabat agar berhati-hati dengan sebuah kebiasaan. Karena boleh jadi, sesuatu yang dianggap ringan, punya dampak besar buat pembentukan hati.

Dari Anas Ibnu Malik berkata, “Rasulullah saw. menyampaikan sesuatu di hadapan para sahabatnya. Beliau saw. berkata: ‘Telah diperlihatkan kepadaku surga dan neraka, maka aku belum pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti pada hari ini. Jika kalian mengetahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.’ Anas berkata, “Tidak pernah datang kepada sahabat Rasulullah suatu hari yang lebih berat kecuali hari itu.” Berkata lagi Anas, “Para sahabat Rasulullah menundukkan kepala-kepala mereka dan terdengar suara tangisan mereka.” (Bukhari & Muslim)

Sekecil apa pun dosa, terlebih ketika menjadi biasa, punya dampak tersendiri dalam hati, pikiran, dan kemudian perilaku seseorang. Repotnya, ketika si pelaku tidak menyadari. Justru orang lain yang lebih dulu menangkap ketidaknormalan itu.

Di antara dampak dosa yang kadang remeh dan tidak terasa adalah sebagai berikut: pertama, melemahnya hati dan tekad. Kelemahan ini ketika tanpa sadar, seseorang tidak lagi bergairah menunaikan ibadah sunah. Semuanya tinggal yang wajib. Nilai-nilai tambah ibadah menjadi hilang begitu saja. Tiba-tiba, ia menjadi enggan beristighfar. Sementara, hasrat untuk melakukan kemaksiatan mulai menguat.

Kedua, seseorang akan terus melakukan perbuatan dosa dan maksiat, sehingga ia akan menganggap remeh dosa tersebut. Padahal, dosa yang dianggap remeh itu adalah besar di sisi Allah ta’ala.

Di antara bentuk itu adalah ucapan-ucapan dusta. Awalnya mungkin hanya sekadar canda agar orang lain bisa tertawa. Tapi, ucapan tanpa makna itu akhirnya menjadi biasa. Padahal di antara ciri seorang mukmin selalu menghindar dari perbuatan laghwi, tanpa makna. Allah swt. berfirman, “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna.” (QS. 23: 1-3)

Seorang sahabat Rasul, Ibnu Mas’ud, pernah memberikan perbandingan antara seorang mukmin dan fajir. Terutama, tentang cara mereka menilai sebuah dosa. Beliau r.a. berkata, “Sesungguhnya seorang mukmin ketika melihat dosanya seakan-akan ia berada di pinggir gunung. Ia takut gunung itu akan menimpa dirinya. Dan seorang yang fajir tatkala melihat dosanya, seperti memandang seekor lalat yang hinggap di hidungnya, lalu membiarkannya terbang.” (HR. Bukhari)

Ketiga, dosa dan maksiat akan melenyapkan rasa malu. Padahal, malu merupakan tonggak kehidupan hati, pokok dari segala kebaikan. Jika rasa malu hilang, maka lenyaplah kebaikan. Nabi saw. bersabda, “Malu adalah kebaikan seluruhnya.” (HR. Bukhari Muslim)

Keempat, sulitnya menyerap ilmu keislaman. Ini karena dosa mengeruhkan cahaya hati. Padahal, ilmu keislaman merupakan pertemuan antara cahaya hidayah Allah swt. dengan kejernihan hati.

Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i pernah menuturkan pengalaman pribadinya. Ketika itu, ulama yang biasa disebut Imam Syafi’i ini merasakan adanya penurunan kemampuan menghafal. Ia pun mengadukan hal itu ke seorang gurunya yang bernama Waqi’. Penuturan itu ia tulis dalam bentuk untaian kalimat yang begitu puitis.

Aku mengadukan buruknya hafalanku kepada Waqi’

Beliau memintaku untuk membersihkan diri dari segala dosa dan maksiat

Beliau pun mengajarkanku bahwa ilmu itu cahaya

Dan cahaya Allah tidak akan pernah menembus pada hati yang pendosa

Ada satu dampak lagi yang cukup memprihatinkan. Seseorang yang hatinya berserakan debu dosa enggan bertemu sapa dengan sesama mukmin. Karena magnit cinta dengan sesama ikhwah mulai redup, melemah. Sementara, kecenderungan bergaul dengan lingkungan tanpa nilai justru menguat. Ada pemberontakan terselubung. Berontak untuk bebas nilai.

Perjalanan hidup memang bukan jalan lurus tanpa terpaan debu. Kian cepat kita berjalan, semakin keras butiran debu menerpa. Berhati-hatilah, karena sekecil apa pun debu, ia bisa mengurangi kemampuan melihat. Sehingga tidak lagi jelas, mana nikmat; mana maksiat.

Oleh: M. Nuh

http://www.dakwatun a.com/2008/ selalu-ada- debu-dosa/

Untuk Kita yang Merasa Hidup

Posted in Untaian Kata at 1:39 pm by jkt3

Untuk Kita yang Merasa Hidup

Hidup ini begitu indah ketika kita bisa selalu berada di jalanNYA

Tapi hidup tak kan bermakna jik kita hanya diam tak jalankan kewajiban

Detik-detik dari perjalanan ini tlah kita lalui

Tuk menuju hidup yang lebih hidup

Langkah-langkah kaki tlah Mereka catat

Semua itu akan kita pertanggungjawabkan di hadapanNYA

Semakin jauh kaki ini melangkah

Semakin berkurang jatah kita menikmati ujian dan cobaan

Tuk segera kembali padaNYA

Ingatlah, perjalanan hiduptak berhenti di sini!

Selamat berpetualang!

Sambut dan bersiaplah jalani perubahan!

LANGKAH PERJUANGAN

Posted in Untaian Kata at 1:20 pm by jkt3

LANGKAH PERJUANGAN

Perlahan tapi pasti

Itulah yang menjadi pilihan hati

Tak tergesa-gesa tuk melangkah

Menuju jalan yang terarah

Agar tak tersesat di jalan laknat

Berjalan penuh keyakinan

Tak kenal lelah tegakkan Tuntunan

3 tahun berjuang di bangku pendidikan

Tinggal menjalankan apa yang telah diputuskan

“YEN LULUS AJA UMUK”

“YEN RA LULUS AJA NGAMUK”

Itulah pesan dari sahabat yang memperhatikan

Selamat bagi kalian yang tlah lulus!

Janganlah menyerah kalian yang belum lulus!

Ingatlah,

Perjuangan belum berakhir di sini

Ini baru secuil dari perjalan yang kan dilalui

Jangan dustakan nikmat yang telah Allah beri

Karena tanpaNya kau tak kan sampai di titik ini

Teruslah berjuang tuk tegakkan aqidah!

SEMANGAT…!!!

April 15, 2008

Abdullah Moslem Family

Posted in Uncategorized at 12:09 pm by jkt3

April 4, 2008

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

Posted in Al 'Ilmu at 2:22 am by jkt3

 

99 Langkah Menuju Kesempurnaan Iman

  1. Bersyukur apabila mendapat nikmat;
  2. Sabar apabila mendapat kesulitan;
  3. Tawakal apabila mempunyai rencana/program;
  4. Ikhlas dalam segala amal perbuatan;
  5. Jangan membiarkan hati larut dalam kesedihan;
  6. Jangan menyesal atas sesuatu kegagalan;
  7. Jangan putus asa dalam menghadapi kesulitan;
  8. Jangan usil dengan kekayaan orang;
  9. Jangan hasad dan iri atas kesuksessan orang;
  10. Jangan sombong kalau memperoleh kesuksessan;
  11. Jangan tamak kepada harta;
  12. Jangan terlalu ambitious akan sesuatu kedudukan;
  13. Jangan hancur karena kezaliman;
  14. Jangan goyah karena fitnah;
  15. Jangan berkeinginan terlalu tinggi yang melebihi kemampuan diri.
  16. Jangan campuri harta dengan harta yang haram;
  17. Jangan sakiti ayah dan ibu;
  18. Jangan usir orang yang meminta-minta;
  19. Jangan sakiti anak yatim;
  20. Jauhkan diri dari dosa-dosa yang besar;
  21. Jangan membiasakan diri melakukan dosa-dosa kecil;
  22. Banyak berkunjung ke rumah Allah (masjid);
  23. Lakukan shalat dengan ikhlas dan khusyu;
  24. Lakukan shalat fardhu di awal waktu, berjamaah di masjid;
  25. Biasakan shalat malam;
  26. Perbanyak dzikir dan do’a kepada Allah;
  27. Lakukan puasa wajib dan puasa sunat;
  28. Sayangi dan santuni fakir miskin;
  29. Jangan ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah;
  30. Jangan marah berlebih-lebihan;
  31. Cintailah seseorang dengan tidak berlebih-lebihan;
  32. Bersatulah karena Allah dan berpisahlah karena Allah;
  33. Berlatihlah konsentrasi pikiran;
  34. Penuhi janji apabila telah diikrarkan dan mintalah maaf apabila karena sesuatu sebab tidak dapat dipenuhi;
  35. Jangan mempunyai musuh, kecuali dengan iblis/syaitan;
  36. Jangan percaya ramalan manusia;
  37. Jangan terlampau takut miskin;
  38. Hormatilah setiap orang;
  39. Jangan terlampau takut kepada manusia;
  40. Jangan sombong, takabur dan besar kepala;
  41. Berlakulah adil dalam segala urusan;
  42. Biasakan istighfar dan taubat kepada Allah;
  43. Bersihkan rumah dari patung-patung berhala;
  44. Hiasi rumah dengan bacaan Al-Quran;
  45. Perbanyak silaturrahim;
  46. Tutup aurat sesuai dengan petunjuk Islam;
  47. Bicaralah secukupnya;
  48. Beristeri/bersuami kalau sudah siap segala-galanya;
  49. Hargai waktu, disiplin waktu dan manfaatkan waktu;
  50. Biasakan hidup bersih, tertib dan teratur;
  51. Jauhkan diri dari penyakit-penyakit bathin;
  52. Sediakan waktu untuk santai dengan keluarga;
  53. Makanlah secukupnya tidak kekurangan dan tidak berlebihan;
  54. Hormatilah kepada guru dan ulama;
  55. Sering-sering bershalawat kepada nabi;
  56. Cintai keluarga Nabi saw;
  57. Jangan terlalu banyak hutang;
  58. Jangan terlampau mudah berjanji;
  59. Selalu ingat akan saat kematian dan sedar bahawa kehidupan dunia adalah kehidupan sementara;
  60. Jauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat seperti mengobrol yang tidak berguna;
  61. Bergaul lah dengan orang-orang soleh;
  62. Sering bangun di penghujung malam, berdoa dan beristighfar;
  63. Lakukan ibadah haji dan umrah apabila sudah mampu;
  64. Maafkan orang lain yang berbuat salah kepada kita;
  65. Jangan dendam dan jangan ada keinginan membalas kejahatan dengan kejahatan lagi;
  66. Jangan membenci seseorang karena pahaman dan pendiriannya;
  67. Jangan benci kepada orang yang membenci kita;
  68. Berlatih untuk berterus terang dalam menentukan sesuatu pilihan
  69. Ringankan beban orang lain dan tolonglah mereka yang mendapatkan kesulitan.
  70. Jangan melukai hati orang lain;
  71. Jangan membiasakan berkata dusta;
  72. Berlakulah adil, walaupun kita sendiri akan mendapatkan kerugian;
  73. Jagalah amanah dengan penuh tanggung jawab;
  74. Laksanakan segala tugas dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan;
  75. Hormati orang lain yang lebih tua dari kita
  76. Jangan membuka aib orang lain;
  77. Lihatlah orang yang lebih miskin daripada kita, lihat pula orang yang lebih berprestasi dari kita;
  78. Ambilah pelajaran dari pengalaman orang-orang arif dan bijaksana;
  79. Sediakan waktu untuk merenung apa-apa yang sudah dilakukan;
  80. Jangan sedih karena miskin dan jangan sombong karena kaya;
  81. Jadilah manusia yang selalu bermanfaat untuk agama,bangsa dan negara;
  82. Kenali kekurangan diri dan kenali pula kelebihan orang lain;
  83. Jangan membuat orang lain menderita dan sengsara;
  84. Berkatalah yang baik-baik atau tidak berkata apa-apa;
  85. Hargai prestasi dan pemberian orang;
  86. Jangan habiskan waktu untuk sekedar hiburan dan kesenangan;
  87. Akrablah dengan setiap orang, walaupun yang bersangkutan tidak menyenangkan.
  88. Sediakan waktu untuk berolahraga yang sesuai dengan norma-norma agama dan kondisi diri kita;
  89. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan fisikal atau mental kita menjadi terganggu;
  90. Ikutilah nasihat orang-orang yang arif dan bijaksana;
  91. Pandai-pandailah untuk melupakan kesalahan orang dan pandai-pandailah untuk melupakan jasa kita;
  92. Jangan berbuat sesuatu yang menyebabkan orang lain terganggu dan jangan berkata sesuatu yang dapat menyebabkan orang lain terhina;
  93. Jangan cepat percaya kepada berita jelek yang menyangkut teman kita sebelum dipastikan kebenarannya;
  94. Jangan menunda-nunda pelaksanaan tugas dan kewajiban;
  95. Sambutlah huluran tangan setiap orang dengan penuh keakraban dan keramahan dan tidak berlebihan;
  96. Jangan memforsir diri untuk melakukan sesuatu yang diluar kemampuan diri;
  97. Waspadalah akan setiap ujian, cobaan, godaan dan tentangan. Jangan lari dari kenyataan kehidupan;
  98. Yakinlah bahwa setiap kebajikan akan melahirkan kebaikan dan setiap kejahatan akan melahirkan merusakan;
  99. Jangan sukses di atas penderitaan orang dan jangan kaya dengan memiskinkan orang

“Sebarkanlah walau satu ayat pun” (Sabda Rasulullah SAW) “Nescaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Surah Al-Ahzab:71)

———-
sumber : Milis Daarut Tauhiid

Jilbab dalam Kristen & Islam

Posted in Untuk Qta at 1:38 am by jkt3

JILBAB DALAM KRISTEN & ISLAM

jilbab-moslem.jpg

Rasulullah pernah bersabda : “Akan datang suatu masa dimana banyak wanita telanjang meskipun berpakaian. Mereka berkeinginan agar para pria tertarik kepada mereka dan mereka tertarik kepada para pria itu. Para wanita itu bahkan tidak berhak mencium bau surga”

Jilbab itu menghapus rasa iri dari kesenjangan ekonomi yang mungkin ada. Jilbab menggambarkan status yang sama pada wanita Muslim. Apakah mereka miskin atau kaya, Jilbab memberikan kehormatan dan martabat yang sama bagi setiap wanita.

Dapatkah seorang pria bekerja dengan kosentrasi dan baik jika disekelilingnya duduk atau berdiri seorang wanita yang berpakaian sexi dan minim dengan rok mini, sepatu hak tinggi dan belahan dada yang aduhai???

Orang barat sering menganggap wanita Muslim adalah kaum rendah, karena memakai Jilbab. Orang barat merasa bangga dengan emansipasi wanitanya, dimana wanita bebas memakai pakaian dari yang tertutup sampai yang setengah telanjang alias “Bikini”, bahkan ada perkumpulan yang mana disitu semua harus telanjang. Tetapi secara umum wanita barat suka yang agak buka-bukaan dalam berpakaian alias yang sexi-sexi. Banyak dari mereka suka jika bisa menarik lawan jenis dan berakhir di tempat tidur.

Bagi Barat, lembaga perkawinan pun kini sudah rapuh. Kehidupan perkawinan menjadi beban, dan bagi Barat konsep tersebut adalah sesuatu yang tolol, termasuk pakaian yang menutup seluruh tubuh. Mereka menganggap pakaian tertutup rapat seperti itu adalah belenggu. Itulah mengapa di Barat marak hidup serumah tanpa perkawinan “Kumpul Kebo”. Bahkan ada yang sampai mempunyai anak tetapi mereka tidak menikah. Dan sungguh hal yang memprihatinkan jika sampai orang timur seperti Indonesia ikut-ikutan gaya mereka.

Sungguh suatu yang aneh bahwa mereka mengaku beragama Kristen tetapi tidak membaca Kitabnya. Di Islam juga banyak orang yang beragama Islam tetapi mereka tidak membaca Kitab Sucinya. Bahkan banyak umat Islam yang entah tidak tahu atau tidak mau tahu mengatakan bahwa perintah Jilbab tidak ada dalam Al-Quran.

Jilbab sebenarnya adalah syariat yang diturunkan oleh para nabi, khususnya  sejak Ibrahim hingga Muhammad. Dalam Injil pun Yesus (Nabi Isa) memerintahkan wanitanya untuk menutup tubuh mereka. Kalau kita lihat para biarawati di Film-film Hollywood, tampak bahwa mereka memakai Jibab, tetapi hanya biarawati, lainnya tidak. Sedangkan di Islam semua wanita baik Ustadzah, pegawai kantor, ibu rumah tangga dll diwajibkan memakai Jilbab saat di muka umum (diluar keluarga). Wanita Muslim yang sudah dewasa tetapi tidak memakai Jilbab mungkin  dia tidak tahu kalau Allah memerintahkannya dalam Al-Quran atau mereka memang kaum yang membangkang.

Sebenarnya Jilbab itu tidak memandang siapa yang memakainya, entah itu wanita Pendosa atau wanita shaleh. Semua wanita dari golongan atas sampai bawah, dari yang bermoral jelek (Pendosa) atau bermoral bagus (shaleh), semua harus memakai Jilbab. Itu adalah salah kalau banyak kalangan berpendapat bahwa Jilbab hanya untuk wanita yang sudah beragama bagus, dan yang belum beragama bagus tidak usah memakai daripada mengotori. Sehingga banyak kalangan wanita merasa belum siap memakai Jilbab karena merasa agamanya belum bagus.

Ingat dalam menutup tubuh usahakan lekuk-lekuk tubuh dapat dihilangkan semaksimal mungkin (jangan pakai Jilbab ketat). Banyak Umat Muslim yang memakai Jilbab tetapi ketat. Jilbab yang mereka pakai sama saja pakaian menyelam, karena meski tubuh tertutup tetapi lekuk-lekuk tubuh kelihatan (berpakaian tetapi telanjang). Inti menutup tubuh itu bukan sekadar menutub tubuh, tetapi sebisa mungkin menyamarkan bentuk tubuh (tidak kelihatan lekuk-lekuknya).

Dalam berjilbab pun banyak pendapat atau aliran. Ada yang tertutup penuh, ada yang kelihatan muka sama telapak tangan, ada yang kainnya polos, ada yang kainnya bermotif, itu terserah kemantapan hati mereka. Boleh saja memakai Jilbab seperti itu (entah tertutup penuh, Modis, biasa dll) asal kriteria diatas dipenuhi.

“Ketika seorang pria melihat wanita yang berjilbab, maka pandangannya akan berhenti pada Jilbab itu saja. Mereka tidak dapat meneruskan pandangannya lebih jauh ke tubuh wanita yang bersangkutan”. (Karimah Umar-Mualaf Amerika)

Dalam Injil disebutkan :

TIMOTIUS I (2 : 19)

“Bahwa wanita harus berpakaian menutupi kemaluannya, mereka begitu bersinar dan memiliki fisik yang unik, mereka punya area yang tertutup dan mempunyai rambut keemasan. Jadi yang harus dilakukan adalah harus menutupinya”.

KORINTUS I (11 : 5-6)

Dikatakan bahwa Wanita yang tidak menutupi kepalanya sebaiknya mencukur rambutnya sampai habis

Dalam Al-Quran disebutkan :

QURAN SURAT 7 : 26

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. 

QURAN SURAT  24 : 31

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung 

QURAN SURAT 24 : 60

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.  

Dalam Surat 24 ayat 31 diatas dimulai dengan kata “……. janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya”. Yang biasa nampak tentu saja Wajah (leher keatas), tangan  dan kaki (tapi konteks disini adalah muka dan telapak tangan, jika diteruskan ke kalimat selanjutnya). Dilanjutkan Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, maksudnya yaitu bahwa kain kudung adalah kain yang menutup kepala, jadi hendaknya kain kudung tersebut menutup juga sampai dadanya tetutup. Maksudnya yaitu bahwa wanita harus menutup tubuhnya sehingga perhiasannya dalam konteks awal kalimat cuma nampak muka dan telapak tangan (tangan se -sepergelangan tangan) , dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka…., atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Kata perhiasan diatas tentu maknanya luas.Dalam kalimat awal si wanita kondisinya sudah tertutup tubuhnya, jadi bisa saja perhiasan disini adalah sejenis barang mulia atau mungkin bagian tubuh yang terbuka seperti kepala, lengan dan kaki (tidak bagian tubuh utama).

Maksud dari ayat ini bahwa di dalam keluarga sendiri boleh tidak berjilbab selama disitu tidak ada lelaki yang bukan muhrimnya, atau di luar keluarga juga boleh tidak ber-Jilbab selama yang ditemui laki-laki yang tidak memiliki keinginan terhadap wanita atau pun anak-anak yang belum mengetahui tentang aurat. Tetapi kalau ada laki-laki normal yang lain, wajib pakai Jilbab.

Dalam Surat 24 : 60 dimaksudkan bahwa wanita yang sudah tua yang sudah tidak begitu menarik lagi boleh tidak berjilbab (sunah hukumnya). Karena Jilbab itu hukumnya wajib berlaku bagi wanita yang sudah dewasa (Baligh) sampai usia tua, tetapi hukumnya menjadi sunah ketika wanita sudah tua.  

Itu adalah benar bahwa Umat Islam adalah lebih “Kristen” dari umat Kristen. Bahwa umat Islam menjalankan seluruh ajaran Yesus yang diungkap kembali oleh Nabi terakhir yaitu Muhammad, setelah pengikut Yesus menyelewengkan ajaran Yesus.

Kalau kita lihat di negara tempat Islam lahir (Arab), semua wanita yang beragama Islam memakai Jilbab. Diluar Arab, seperti Indonesia, lambat laun para wanitanya memakai Jilbab. Yang jadi pertanyaan mengapa tidak dari dulu wanita Indonesia memakai Jilbab?. Hal itu dikarenakan masih banyak orang Islam di Indonesia yang belum mengetahui ajaran Islam yang benar itu sendiri.

Islam masuk Indonesia sekitar abad 13 dan saat itu bermunculan kerajaan-kerajaan Islam. Tetapi belum sempat Islam diajarkan secara betul datanglah Penjajah pada tahun 1400-an. Dan otomatis umat Islam saat itu disibukkan untuk mengusir penjajah, sehingga Syar Islam terhambat. Jadi banyak yang beragama Islam tetapi belum tahu secara mendalam tentang Islam. Hal itu berlangsung selama hampir 350 tahun selama penjajahan Belanda. Setelah Indonesia merdeka, baru umat Islam Indonesia mulai mendalami Islam lagi dan sebagian mulai memakai Jilbab.

Yang sudah mengerti akan memakai Jilbab dengan benar (menutup tubuh sekaligus menyamarkan lekukan tubuh). Yang baru mengerti dan belajar mungkin baru sebatas menutup tubuh tetapi tidak sepenuhnya atau berjilbab tetapi masih kelihatan lekukan tubuh. Yang belum mengerti ya seperti anda-anda kaum wanita yang lebih suka dilihatin mata lelaki, anda-anda yang pakai rok mini, dada terbelah kelihatan setengah dll.

Bagi anda-anda yang ingin beragama secara benar, maka mulailah melakukan kebenaran dari yang kecil dulu semampu kita.

BY MAGE (dari berbagai sumber)

April 1, 2008

Rentetan Zaman yang Ditunggu

Posted in Al 'Ilmu at 4:35 pm by jkt3

RENTETAN ZAMAN YANG DITUNGGU

(Tanda-Tanda Qiamat Kubra)
Ibn Andalus

Bermulanya tanda-tanda Qiamat Kubra dari peristiwa Peperangan Armageddon hingga keluarnya api dari Hijjaz (Yaman) yang membawa manusia ke padang Mahsyar. (Allah SWT Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa).

 
ARMAGEDDON

Berasal dari kalimah Hebrew (Ibraniah) dari 2 kata dasar iaitu “AR” di dalam bahasa Hebrew bermaksud Jabal atau Bukit dan “MAGEDDON” yaitu Wadi yg terletak di Palestine. Yaitu tempat berlakunya peperangan yg akan terjadi di Kawasan Utara “MAGEDDON” hingga ke selatan “IDUM” lebih kurang 200 meter dr Laut Mediteranein di barat hingga ke Bukit “Muhab” di timur lebih kurang 100 meter. Peperangan ini juga di namakan Peperangan Dunia ke 3 di mana tempat ini segala kekuatan tentara baik Tentara Nasrani atau Islam yang dianggarkan lebih kurang 400 million tentara.

 

Pendapat 3 Agama :

1. Yahudi : Peperangan Armageddon berlaku pada April 1998

2. Nasrani : Berlaku sebelum musim luruh tahun 2001

3. Islam : Akan berlaku tidak lama lagi, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui


FATRAH/ZAMAN IMAM MAHDI

Muncul Imam Mahdi

Peperangan di Semenanjung Tanah Arab

Peperangan di Parsi (Iran) – setengah pendapat peperangan orang Syiah

* 3 fatrah ini berlaku selama 9 bulan

* pengkhianatan Rom dan kedatangan mereka untuk berperang

Pertempuran Berdarah Terbesar (Peperangan Rom-Amerika/Britian vs Islam)

* selepas 9 bulan berlakunya Peperangan Armageddon Pembukaan Konstantinopal (Istanbul)

Muncul Dajjal
Fatrah/Masa Dajjal selama 40 hari
 
FATRAH/ZAMAN NABI ALLAH ISA A.S

Turunnya Nabi Isa a.s dan membunuh Dajjal

Siri pembunuhan Yahudi
Pembukaan Rom
Peperangan Turki
Munculnya Ya'juj dan Ma'juj (Gog & Magog)
  
FATRAH/ZAMAN AMAN DAMAI & SENTOSA

Wafat Imam Mahdi

Wafat Nabi Isa a.s
Terbit matahari dari sebelah barat
Keluar binatang melata (berkata-kata) di muka bumi
Keluar asap dari bumi
 
# Berakhirnya Umur Umat Islam Gerhana di Timur
Gerhana di Barat
Gerhana di Semenanjung Tanah Arab
Keluar api dari Tanah Hijjaz (Yaman)
Berlakunya Qiamat (tiupan nafiri sangkakala)
  
Tanda-tanda yang dapat di lihat oleh orang Mu'min :
Munculnya Dajjal
Turunnya Nabi Isa a.s
Keluarnya Ya'juj dan Ma'juj
Terbit Matahari dr Barat
Muncul binatang melata di Bumi
Keluar asap dari bumi
  
Tanda-tanda yang tidak dapat dilihat oleh org Mu'min :
Gerhana di Timur
Gerhana di Barat
Gerhana di Semenanjung Tanah Arab

Keluarnya Api dari Hijjaz yang membawa manusia ke padang Mahsyar

 
ALLAH MAHA MENGETAHUI LAGI MAHA PERKASA

Menurut Sheikh Ibnu Hajar dalam “Skana’iq”, ia berkata bahwa Imam Mahdi pasti menjelma bila tiba waktunya sebelum turunya Nabi Isa a.s. Ciri-ciri istimewa kedatangan Imam Mahdi ialah, akan berlakunya gerhana matahari sebanyak dua kali. Gerhana pertama akan terjadi pada 1 Ramadhan, dan gerhana bulan pada 14 Ramadhan. Meskipun gerhana selalu terjadi tetapi ianya tidak menepati pada tarikh akan datangnya Imam Mahdi. Ulama sepakat menyatakan, riwayat Muslim, Abu Dawud, Annasa-i, Ibnu Majah dan Imam Albaihaqi bahwa Imam Mahdi adalah keturunan Siti Fatimah anak perempuan Rasulullah s.a.w.

Kasyful Ghaibiyah Sheikh Zainul Abidin Alfatoni pula menceritakan, Imam Mahdi akan berjuang dan berjaya menewaskan orang-orang Israel. Kemudian beliau berangkat pula menuju ke Eropa. Lantaran barat masih tidak mau beriman kepada Tuhan, dan beliau mengetuai angkatan perangnya ke Eropa menerusi Rom. Pada saat itu pihak barat telah mengetahui kalau angkatan perang Imam Mahdi akan menyerang, maka mereka telah bersiap sedia untuk bertindak melawan. Apabila angkatan perang Imam Mahdi sampai ke dataran Eropa, pihak barat pun mulai menyerang tentera yang dipimpin Imam Mahdi. Tentera Islam terus pergi ke dalam kota sambil mengucapkan Allahuakbar.

Pekikan Allahuakbar bergema di angkasa, timbullah rasa takut di hati musuh apabila mendengarkan pekikan itu bagaikan petir menyambar telinga. Semangat tentera muslimin semakin membara keberanian semakin menjelma, tetapi sebaliknya musuh semakin kecut. Tentera muslimin terus berjalan tanpa menghiraukan tembakan musuh. Pertahanan musuh tumbang satu demi satu. Akhirnya satu per satu kota dapat ditawan oleh tentera muslimin.

Selepas itu Imam Mahdi berseru: Saudara-saudara penduduk kota sekalian, kedatangan kami bukan untuk merampas kekuasaan. Kami kemari adalah untuk perdamaian. Kami datang atas nama Tuhan Yang Maha Esa. Kami mengajak anda sekalian bersatu dalam agama yang sama, yang mana Nabinya disebut di dalam kitab Taurat dan Injil.

Setelah selesai ucapan tersebut, Imam Mahdi mengadakan perundingan dengan pembesar-pembesar negeri dan memberitahukan tujuan mereka. Setelah tercapai kesepakatan, Imam Mahdi berkunjung ke setiap kota memberi penjelasan tentang Islam serta memberi penjelasan bahwa agama Islam tidak bertentangan dengan ajaran Taurat dan Injil di mana ketiganya sama-sama diturunkan oleh Allah s.w.t. Di mana Al-Quran itu adalah sebagai penyempurna Taurat dan Injil. Setelah masing-masing faham dengan penerangan yang di taklimatkan oleh Imam Mahdi maka berduyun-duyunlah penduduk barat memeluk agama Islam.

(Dipetik dari buku: Peringatan Untuk Manusia Akhir Zaman Menjelang Qiamat, Mohd Isa Abdul Jalil, Sykt. Nurulhas,1993)

Teman, Sesibuk Apakah Kalian…?

Posted in Untuk Qta at 4:01 pm by jkt3

TEMAN, SESIBUK APAKAH KALIAN…?

 

Teman….
Seringkali kita mengeluh
Menyesalkan tugas-tugas kuliah yang begitu banyak
Menyesalkan kerja-kerja kelompok yang melelahkan
Menyesalkan kuliah-kuliah yang begitu membosankan
Menyesalkan nilai-nilai ujian yang tidak memuaskan
Meski semua itu karena kemalasan kita
yang terlalu sering mengabaikan dan menunda-nunda pekerjaan

Namun mereka tidak mengeluh
Ketika harus repot-repot mengumpulkan batu
Ketika harus berlari di tengah terik matahari
Ketika harus berhadapan dengan tank-tank yang siap melindas mangsa
Ketika harus melihat darah di setiap langkah
Ketika harus menyaksikan orang-orang yang dikasihi, diusir dan disiksa
bahkan ketika mereka harus menahan pedihnya timah panas yang menembus tubuh

Meski semua itu, bukan salah mereka.
Semua itu hanya karena ingin mereka ingin hidup diakui sebagai manusia
hanya karena mereka ingin mempertahankan negerinya
hanya karena mereka ingin menjaga masjid tempat mereka beribadah menyembah Tuhannya.

Teman,,,
seringkali kita menjadi orang yang paling sibuk
Punya amanah di mana-mana, apalagi jabatan ketua
Waktu habis untuk rapat dan mengadakan acara
Seringkali kita juga banyak berkorban
Waktu, tenaga, fikiran bahkan uang jatah bulanan habis kita korbankan untuk menutup kekurangan dana.

Tapi sadarkah kita, bahwa ada yang lebih sibuk dari kita?
Saudara kita di negeri sana, jauh lebih sibuk dari kita
Kalau kesibukan kita sekedar rapat dan mengadakan acara
Mereka sibuk menyelamatkan nyawa!

Kalau pengorbanan terbesar kita adalah harta, mereka telah berkorban jiwa dan raga!
Maka teman, sesibuk apapun kita, selelah apapun tubuh kita, jangan lupa doakan dan bantu mereka.

Siapkah kita…?

Posted in Untuk Qta at 3:57 pm by jkt3

Setiap hari kita kedatangan tamu,
mungkin keluarga, kolega atau kawan
biasa, satu hari nanti kita pasti akan
kedatangan tamu terakhir dalam hidup
kita. Dia datang tak disangka-sangka,
SIAPKAH KITA?

Ssstt! Dengar ia mengetuk kamar kita 3
kali, pelan pelan seraya lirih berucap
salam. Saat kubuka, “Oh, ternyata deru
angin. Rabbi, hembuskan angin kematianku
di puncak kebaikanku.”

“Ya Allah sebelum tiba hariku nanti,
antarkan aku bisa mempersembahkan yang
terindah dalam hidup ini, yaitu sirnanya
kepentingan diri dan kerinduan bisa
bersua denganMu dan juga RasulMu.”

Previous page · Next page